Inovasi siTangguh GiMA (Sistem Informasi Tanggap Tangkas Tangguh Geospacial Information Management Analysis)

Penanggulangan bencana yang efektif perlu dukungan ketersediaan data dan informasi terkait kejadian dan
dampak bencana secara cepat dan akurat. Untuk itu diperlukan pengelola data dan informasi bencana yang
kompeten dengan menggunakan format data standar yang dikoordinasikan oleh BNPB dan BPBD.
SiTangguh GiMA ini dihadirkan sejalan dengan kesadaran akan pentingnya keakuratan data di dalam
melahirkan kebijakan publik yang prima dan dapat dipertanggungjawabkan. Dibentuk dari framework
pemikiran makro terhadap berbagai hal secara terstruktur dan prosedural serta diseni-padukan dengan visual
hasil dan analisisnya. Pada aplikasi ini telah disematkan fitur-fitur besar terkait data bencana, peta-peta digital
dan informasi pendukung lainnya sebagai wujud integrasi multi-stakeholders.
Fitur data bencana menghadirkan variabel/parameter waktu bencana, titik koordinat, jenis bencana,
dokumentasi, penyebab, kronologis, kerugian, bantuan, luas terdampak, korban jiwa. Peta-peta digital
menyajikan visualisasinya. Informasi pendukung seperti profil desa/kelurahan disertai parameter-parameter
RT/RW/KK, luasan wilayah, populasi, jenis kelamin, penduduk rentan, maupun informasi rawan bencana.
Masifnya kejadian bencana akhir-akhir ini menyisakan pekerjaan rumah yang berat bagi pemerintah/pemda.
Data di BNPB tercatat 2.372 kejadian bencana di Indonesia selama 2017 (per 31-12-2017). Untuk tahun 2018
sendiri tercatat 2.426 kejadian bencana (per 14-12-2018). Banjir, longsor dan puting beliung masih tetap
mendominasi kejadian-kejadian bencana. Dengan meningkatnya trend ini, pemerintah, pemda, masyarakat
maupun swasta akhirnya turun langsung dalam penanganan bencana tersebut. Ini merupakan satu hal positif
di mana timbul kepedulian bahwa “bencana adalah urusan bersama”, namun di sisi lain menimbulkan
permasalahan baru.
Setiap PD/Lembaga, Organisasi merasa paling berjasa serta paling berperan dalam PB yang akhirnya dapat
menghambat proses penanganan bencana, adanya ego korps, tumpang tindih tupoksi, serta saling
menonjolkan prestige di tengah pemerintahan dan masyarakat. Ditambah dengan simpang siurnya data
sehingga menyisakan pekerjaan rumah yang besar bagi penyelenggaraan bencana.
Penanggulangan bencana yang efektif perlu dukungan ketersediaan data dan informasi terkait kejadian dan
dampak bencana secara cepat dan akurat. Untuk itu diperlukan pengelola data dan informasi bencana yang
kompeten dengan menggunakan format data standar yang dikoordinasikan oleh BNPB dan BPBD.
Tujuan siTangguh GiMA adalah merealisasikan inovasi satu data satu pintu terkait kebencanaan sehingga
meningkatkan keakuratan data baik dalam lingkup internal maupun eksternal baik dalam kondisi pra, saat
maupun pascabencana.
Inovasi siTangguh GiMA (Sistem Informasi Tanggap, Tangkas, Tangguh – Geospacial Information
Management Analysis) merupakan inovasi di bidang tata kelola pemerintahan di wilayah Kepulauan Bangka
Belitung yang merupakan realisasi satu data satu pintu sebagai perangkat kebijakan dalam mengusung
prinsip partisipasi, rule of law, transparansi, daya tanggap, berorientasi konsensus, berkeadilan, efektif dan
efisien, akuntabilitas, visi strategis good governance (UNDP 1997).
Dengan adanya inovasi ini, diharapkan dapat menghadirkan good governance baik dalam lingkup internal
maupun eksternal serta mempermudah/menyederhanakan manajemen maupun analisis teknis di dalam
ranah kebencanaan serta pelibatan multi-stakeholders baik dari unsur pemerintah, badan usaha serta
masyarakat.
Ketersediaan data merupakan hal yang mutlak diperlukan baik dalam hal perencanaan, pelaksanaan maupun
monitoring dan evaluasi. Karakteristik data yang diperlukan untuk menghasilkan informasi yang berkualitas
antara lain akurat, tepat waktu, relevan, cukup dan sebanding dengan biaya. Semua berawal dari data yang
akurat sehingga menghasilkan informasi yang berkualitas (Kroenke and Boyle 2017). Dengan informasi yang
berkualitas maka dapat mengatasi kekurangan tata kelola, pelayanan, analisis bahkan sampai dapat
melakukan forecasting jauh ke depan sehingga mendekati realita yang ada.
Perangkat kebijakan siTangguh GiMA menyediakan basis pengetahuan tersebut. Perangkat ini juga
mengintegrasikan lintas pemerintah daerah, yaitu 7 kabupaten/kota di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka
Belitung, antar Perangkat Daerah/PD, lintas PD, bahkan sampai level desa/kelurahan, multi-stakeholders
baik pemerintah, badan usaha dan masyarakat, juga mengakomodir kelompok rentan di dalamnya (seperti
bayi di bawah usia 1 tahun, balita (1-5 tahun), anak-anak (6-12 tahun), dewasa (18-59 tahun) dan lansia (>60
tahun) di dalam prioritas penanganan bencana nantinya.
Pada aplikasi ini telah disematkan fitur-fitur besar terkait data bencana, peta-peta digital dan informasi
pendukung lainnya seperti fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, fasilitas umum, dan lain-lain.
Inovasi siTangguh GiMA ini mengintegrasikan data lintas negara (GDACS/Global Disaster Alerting
Coordination System), multi-stakeholders (pemerintah, badan usaha, masyarakat), lintas sektor (administrasi,
kebencanaan, kesehatan, pendidikan, tata ruang, komunitas, dan lain sebagainya), lintas pemda (7
kabupaten/kota dan provinsi) sampai ke tingkatan yang paling bawah yaitu desa/kelurahan yang disajikan
untuk dapat dikonsumsi publik.
Inovasi ini dihasilkan dari framework pemikiran makro terhadap berbagai hal secara terstruktur dan
prosedural serta diseni-padukan dengan visual hasil dan analisisnya. Inovasi ini juga merupakan inovasi yang
bertumbuh dalam artian sustainable/berkelanjutan berkaca terhadap realita yang ada, dan juga sebagai salah
satu dukungan terhadap framework SDGs (Sustainable Development Goals) dunia.
Inovasi ini murni dari keprihatinan terhadap data yang ada di Indonesia pada umumnya, dan wilayah
Kepulauan Bangka Belitung khususnya. Inovasi siTangguh GiMA merupakan ide/gagasan Badan
Penanggulangan Bencana Daerah, dengan mengejawantahkan satu data satu pintu terkait kebencanaan,
dengan memanfaatkan data berbagai sektor yang diharapkan terwujud kebijakan publik yang prima dan
berkualitas. Inovasi ini merupakan langkah awal dalam membangun data yang akurat, terpadu, terintegrasi,
tersinkronisasi, non duplikasi beserta pelaporannya.
Inovasi ini merupakan integrasi data baik dari K/L seperti di dalamnya BPS, BNPB, Kemendikbud, Kemenkes,
GDACS, BMKG, Pemprov Babel dan turunannya, menjadikan inovasi ini kuat dalam hal filosofinya.
Sejak tahun 2018 aplikasi ini telah diperkenalkan kepada pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota
melalui Perangkat Daerah penyelenggara PB, seperti BPBD dan Satpol PP, Basarnas, Dinas Sosial, Dinas
Perhubungan, unsur TNI dan POLRI, unsur Badan Usaha seperti PT Timah Tbk, PT Duta Putra Lexindo
(Bolesa), unsur masyarakat di wilayah Kepulauan Bangka Belitung. Advokasi dan transfer ilmu giat dilakukan
terutama dikoordinir oleh BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Sosialisasi pun digalakkan melalui media partner seperti TVRI Babel, Bangka Pos, Babel Pos, Rakyat Pos
dan lain sebagainya. Inovasi ini pun memiliki potensi untuk diterapkan dan diadaptasi di daerah lain.
Sumber daya terpenting dalam inovasi ini adalah Sumber Daya Manusia di BPBD Provinsi Kepulauan
Bangka Belitung sebagai motor penggerak BPBD di Kabupaten/Kota dengan keterlibatan berbagai bidang di
lingkungan BPBD Provinsi sendiri, seperti Sekretariat, Bidang Pencegahan&Kesiapsiagaan,
Kedaruratan&Logistik, Rehabilitasi&Rekonstruksi. BPBD Kabupaten/Kota sebagai koordinator tingkat daerah
pun memainkan peranan pentingnya dalam hal penyelenggaraan PB daerah. Sumberdaya lainnya yang tidak
kalah penting yaitu hardware dan software.
Sumberdaya keuangan terkait sosialisasi dan pelatihan bagi BPBD Kabupaten/Kota baik kepada pelaksana
teknis maupun advokasi kepada pengambil/penentu kebijakan. Strategi yang dijalankan yaitu membentuk
Tim efektif Internal dan Tim eksternal beserta sosialisasi dan advokasi.
Salah satu kunci keberhasilan inovasi ini adalah kolaborasi, integrasi dan sinkronisasi data antar dan/atau di
antara pemda, swasta/badan usaha, stakeholders terkait dan masyarakat dengan dimotori oleh BPBD
Provinsi dan Kabupaten/Kota. Tak lupa pula keterlibatan Kementerian/Lembaga dalam menyediakan data
yang dapat diakses oleh publik, menghadirkan integrasi dan kolaborasi bersama dalam giat kebencanaan.
BPBD Kabupaten/Kota di wilayah Kepulauan Bangka Belitung, hadir dalam rangka mengkoordinir data di
wilayahnya masing-masing baik penyediaan data kejadian bencana, fasilitas-fasilitas umum, kesehatan,
pendidikan, profil desa/kelurahan, jumlah penduduk, dan lain sebagainya. Mereka juga hadir di dalam
memberikan masukan terkait pengembangan dan penyempurnaan inovasi ini.
Partisipasi swasta dan masyarakat pun banyak memberikan hasil dan masukan, dengan adanya komunitas
Babel Peduli yang merupakan kumpulan komunitas yang sedikitnya terdiri dari 200-an lebih komunitas di
Kepulauan Bangka Belitung sebagai partner BPBD di dalam penyelenggaraan Penanggulangan Bencana.
Evaluasi dan monitoring pun dilakukan baik oleh BPBD Provinsi, Kabupaten/Kota bersama dengan Forum
Pengurangan Risiko Bencana Kepulauan Bangka Belitung sebagai wujud realisasi inovasi ini.